Pengaruh Rentang Suhu Distilasi Fraksinasi Terhadap Kadar Patchouli Alcohol (PA) Pada Minyak Nilam

  • Puji Lestari Widyaiswara Ahli Pertama,Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Indonesia
  • Sarifah Nurjanah Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Indonesia
  • Efri Mardawati Fakultas Teknologi Industri Pertanian – Universitas Padjadjaran, Jawa Barat, Indonesia
Keywords: Distilasi fraksinasi, minyak nilam, patchouli alcohol, rentang suhu

Abstract

Minyak nilam adalah salah satu produk minyak atsiri yang menjadi komoditi ekspor andalan Indonesia. Kadar patchouli alcohol (PA) merupakan salah satu indikator yang menentukan kualitas minyak nilam. Minyak nilam merupakan hasil penyulingan daun tanaman nilam (Pogestemon cablin Benth). Salah satu cara untuk meningkatkan mutu minyak nilam adalah dengan mengisolasi patchouli alcohol yang terkandung didalamnya dengan menggunakan metode distilasi fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rentang suhu distilasi fraksinasi terhadap kadar patchouli alcohol (PA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan rentang suhu distilasi fraksinasi dibagi menjadi 3 cut yaitu cut 1 (230-283 ℃), cut 2 (283-290 ℃) dan cut 3 (290-300 ℃). Proses distilasi menggunakan mesin B/R Instrument Spinning Band Distillation System Model 36-100 yang terintegrasi dengan komputer. Pengamatan yang dilakukan adalah kadar patchouli alcohol (PA) pada masing-masing rentang suhu distilasi fraksinasi. Pengukuran kadar patchouli alcohol (PA) menggunakan GC-MS. Hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara minyak awal dan setelah minyak dilakukan proses distilasi fraksinasi. Minyak nilam awal memiliki kadar patchouli alcohol sebesar 25,16%. Hasil menunjukkan bahwa fraksi yang memiliki kadar patchouli alcohol yang tertinggi pada cut 3 yaitu 90,38%.

References

Aisyah, S. dan Masril, C. (2010). Pemisahan Senyawa Patchouli Alcohol dari Minyak Nilam dengan Cara Distilasi Fraksinasi. Jurnal Teknik. Industri.Pertanian, Vol. 21 (2), 89-93. Diunduh dari journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/4788/3256. Diakses pada 9 September 2017.

Annisa, Y. (2013). Peningkatan Kadar Patchouli alkohol Minyak Nilam dengan Metode Distilasi Fraksinasi Vakum. Universitas Syiah Kuala. BandaAceh.SkripsiTerdapatpadahttp://etd.Unsyiah.ac.id/index.php?show_detail& id-1089. Diakses pada 16 juli 2017.

Amalia. (2013). Karakteristik Tanaman Nilam Di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat: Monograp Nilam (Patchouli). Terdapat pada http://balittro.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/publikasi/terbitan-khusus/233-monograp-nilam. Diakses pada 21 Maret 2017.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. (2012). Teknologi Pengolahan Nilam. Surabaya.

Direktorat Jenderal Perkebunan. (2011). Nilam. Statistik Perkebunan Tahun 2009-2011.

Guenther, E. (1987). Minyak Atsiri Jilid I. Penerjemah S. Ketaren dan R Mulyono. Ui Press. Jakarta.

Irawan, B. (2010). Peningkatan Mutu Minyak Nilam dengan Ekstraksi dan Distilasi Pada Berbagai Komposisi Pelarut. Tesis. Magister Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Semarang.

Isfaroiny, R dan Mitarlis. (2005). Peningkatan Kadar Patchouli Alkohol Pada Minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth) dengan Metode Distilasi Fraksinasi Vakum. Berk. Penel. Hayati : 10 (123-127). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.

Kardinan, A. dan Mauludi, L. (2004). Nilam; Tanaman Beraroma Wangi untuk Industri Parfum & Kosmetik. AgroMedia Pustaka. Tangerang.

Ma’mun dan Maryadhi, A. (2008). Isolasi Patchouli Alkohol Dari Minyak Nilam Untuk Bahan Referensi Pengujian Dalam Analisis Mutu. Terdapat pada http://balittro.litbang.pertanian.go.id/ind/images/stories/Buletin/20081/9-nilam.pdf. Diakses pada 17 Januari 2017.

Mangun, H. M. S., Waluyo, H., dan Purnama S., A. (2012). Nilam. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nugroho, A. (2008). Business Plan. Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. Jakarta.

Rusli, R. (2016). Sistem Kristal dan Kisi Bravais. Terdapat Pada http://rolanrusli.com/sistem-kristal-dan-kisi-bravais. Diakses pada 16 September 2017.

Santoso, H. R. (1990). Bertanam Nilam. Kanisius. Yogyakarta.

Sariadi. (2012). Pemurnian Minyak Nilam dengan Proses Adsorpsi Menggunakan Bentonit. Jurnal Teknologi, Vol. 12, No. 2. Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe. Aceh.

Silviana dan Purbasari. (2006). Studi Awal Deterpenisasi Minyak Nilam dengan Teknologi Redistilasi Vakum. Terdapat pada http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26612/1/Reference.pdf. Diakses pada 17 Januari 2017.

Sudibyo A. dan Susanti I. (2011). Studi Pemanfaatan Air Bittern Sebagai Suplemen dan Pengawetan Produk Pangan. Balai Besar Industri Agro (BBIA). Bogor.

Trubus. (1998). Budidaya Nilam di Purbalingga. PT. Niaga Swadaya. Jakarta.

Published
2020-04-06