Ketersediaan Hara Makro Pada Beberapa Sistem Manajemen Lahan Sawah Serta Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

  • Lilian Safitri Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Jl.Jambi – Palembang KM. 16 Desa Mestong, Kab.Muaro Jambi – Provinsi Jambi
Keywords: Fosfor, kalium, manajemen, nitrogen, sawah

Abstract

Untuk mengetahui ketersediaan hara makro berupa nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) pada lahan sawah dengan sistem manajemen lahan yang berbeda, maka telah dilakukan penelitian di Jorong Air Hangat Nagari Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman-Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan membandingkan ketersediaan hara makro yang ada pada lahan sawah yang dikelola secara tradisional (mengolah dengan menggunakan tajak/cangkul), transisi (peralihan dari tradisional ke modern), dan modern (mengolah dengan menggunakan mesin traktor). Pada masing-masing lahan diambil sampel melalui profil dan ring sampel dengan kedalaman 0-10, 10-20, 20-30, 30-40, dan 40-50 cm menunjukan hasil yang berbeda signifikan dan mempengaruhi karakteristik tanah. Pada manajemen tradisional, kandungan C organik mencapai 176.63 ton/ha, N-total sebesar 7.95 ton/ha, P2O5 sebesar 0.36 ton/ha, dan K2O sebesar 19.43 ton/ha. Pada lahan yang dikelola secara modern, kandungan C-organik mengalami penurunan sebesar 47.46 % (92.79 ton/ha) dan kandungan kalium juga mengalami penurunan sebesar 20.50 % (15.12 ton/ha). Sebaliknya, kandungan N total mengalami peningkatan sebesar 9.03 % (8.74ton/ha) dan P2O5 sebesar 14.28 % (0.42 ton/ha) yang merupakan indikasi rendahnya kualitas lahan untuk musim tanam selanjutnya sehingga dibutuhkan input yang banyak untuk musim tanam selanjutnya. Sedangkan pada lahan transisi hanya sedikit terjadi perubahan kualitas hara tanah. Hasil penelitian juga menunjukkan rendahnya produksi tanaman padi pada lahan tradisional (3.40 ton/ha) jika dibandingkan modern (5.40 ton/ha) sehingga perbaikan kualitas lahan dapat dilakukan dengan penambahan pupuk kimia setengah rekomendasi pada lahan tradisional dan penambahan ameliorant pada lahan modern.

References

Acquaah G. (2002). Principles of Crop Production: Theory, Techniques, and Technology. Pearson Education, Inc., Upper Saddle River, New Jersey. 178 pp.

Balai Penelitian Tanah. (2005). Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian Bogor.

Fang, L.C., Zhou, D.N., Kou, Z.K., Zhang Z.S., Wang, J.K., dan Cai, M. (2012). Effects of Tillage and Nitrogen Fertilizers on CH4 and CO2 Emissions and Soil Organic Carbon in Paddy Fields of Central China. Plosone. Volume 7. 577-584 pp.

Hardjowigeno, S dan Rayes, S. (2005). Tanah Sawah (Karakteristik, Kondisi, dan Permasalahan Tanah Sawah di Indonesia. Bayumedia Publishing. Malang. 208 hal.

Kato, N. (1998). Evaluation of Silica Availability in Paddy Soils by Extraction Using a Phosphate Buffer Solution. Summaries of the 16th World Congress of Soil Science, Montpellier, France. 226 pp.

Kyuma, K. (2004). Paddy Soil Science. Kyoto University and Trans Pacific Press. Printed in Melbourne by BPA Print Group. 380 pp.

Li, Z.P., Zhang, T.L., Chen, B.Y., Yin, R.L., dan Shi, Y.Q. (2003). soil organic matter dynamic in a cultivation chronosequence of paddy fields in subtropical China. Acta Pedologia Sinica. 40. 344-352 pp.

Oorts, K., Merckx, R., Gre´han, E., Labreuche, J., dan Nicolardot, B. (2007). Determinants of annual fluxes of CO2 and N2O in long–term no tillage and conventional tillage systems in northern France. Soil Till Res 95: 133-148 pp.

Prasetyo, B.H., Adiningsih, J.S., Subagyono, K., dan Simanungkalit, R.D.M. (2008). Mineralogi, Kimia, Fisika, dan Biologi Tanah Sawah. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor. 31-74 hal.

Rosmarkam, A., dan Yuwono, N.W. (2002). Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta. 224 hal.

Six J., Feller C., Denef K., Ogle S.M., dan Moraes S.J.C. (2002). Soil organic matter, biota and aggregation in temperate and tropical soils effects of no tillage. Agronomic 22: 755-775 pp.

Yoo, S.H dan Jung, Y.S. (2000). Soil management for sustainable agriculture In korea. Korea eb355. 1-13 pp.

Yoshida, S. (1965). Chemical aspects of the role of silicon in physiology of the rice plant. Bulletin of the National Institute of Agricultural Science 15:1-58 pp.

Published
2020-04-06